Assalamulaikum Wr.Rb.
Hay Guys.
Hari saya beljar tentang
Pengenalan Cisco
cisco IOS (internetworking operating system) merupakan
operating system dari router cisco. berkenalan dengan cisco IOS
merupakan hal wajib kalau mau belajar perangkat cisco. banyak deh yang
mau dibahas, mulai dari hardwarenya sampai perintahnya.
cisco IOS mempunyai banyak perintah untuk konfigurasi yang berbeda dan
kali ini mau ngeshare yang perintah dasarnya. tenang aja semua perintah
dasarnya sama contohnya jadi kalian bisa langsung tau. dengan perintah
dasar ini diharapkan kalian bisa terbiasa dengan command-linenya cisco.
saya sarankan pakai GNS3 daripada pakai Cisco Packet Tracer. selain
lebih real juga tidak semua perintah di router cisco dapat dijalankan di
packet tracer contohnya iBGP.
pertama, kita harus tau dulu nih struktur perintah di cisco IOS. enaknya langsung pakai gambar deh biar mudeng.
tuh cisco IOS itu punya banyak sekali perintah, dan dimasing-masing perintah terdapat argumennya. sebelumnya ada yang namanya prompt. format prompt itu terdiri dari nama/hostname dari perangkatnya dan mode.
yang kedua kalian harus tau hirarki dari
command line cisco IOS. ya sama kaya linux. kalau linux punya user biasa dan user root. tapi kalau ios punya 2 hirarki.
- user exec
user exec itu adalah hirarki ios yang mempunyai hak akses yang terbatas.
biasanya si user mode cuma bisa buat monitoring router dan tidak bisa
mengkonfigurasi router dan melakukan perubahan pada router. tandanya
kita di user exec itu pada prompt diakhiri sama simbol (>)
- privileged exec
privileged exec sama dengan root user kalau di linux, punya hak akses
penuh terhadap router. dapat mengubah konfigurasi dalam router.
privileged exec ada anak dan cucunya. yaitu global configuration mode
dan spesific configuration mode. tandanya kita di privileged exec itu
pada prompt diakhiri sama simbol (#)
perintah-perintah dalam
global configuration mode berpengaruh
kepada keseluruhan router. contohnya pembuatan hostname,user,dan
password berada dalam global configuration dan berefek pada seluruh
router.
kalau
spesific configuration mode, perintah yang dimasukan ya
cuma berpengaruh pada bagian yang spesifik seperti interface pada
router, konfigurasi routing dinamik, dll.
nah kalau udah tau bagiannya, terus kita harus tau perintah apa yang
bisa digunakan supaya bisa pindah-pindah antara modenya. nah kalau lihat
gambar diatas itu ada perintahnya. bingung? langsung dipraktekin aja.
minimal kalian harus mudeng pindah mode antar user,privileged,sama global configuration. kalau dari
user exec ke
privileged exec harus pakai "
enable" dan sebaliknya pakai "
disable". kalau dari
privileged exec ke
global configuration mode harus pakai "
configure terminal".
sebelum melangkah lebih jauh, kita lihat dulu nih komponen hardware pada
router. router mempunyai banyak kesamaan hardware dengan komputer. ada 5
bagian penting pada router.
- CPU (central processing unit)
ya namanya aja cpu, ya yang mengeksekusi perintah, kaya fungsi routing apa fungsi switching.
- RAM (random access memory)
ram ini menyimpan instruksi dan data untuk dieksekusi sama cpu. ram juga
digunakan buat nyimpen sistem operasi, file konfigurasi (running-config), tabel routing, tabel arp disaat router menyala. jadi kalau router mati semua data yang ada pada ram bakalan hilang.
- NVRAM (non-volatile random access memory)
fungsi nvram cuma satu, yaitu buat nyimpen file konfigurasi
(startup-config) kalau router mati. jadi file konfigurasi masih tetap
ada yaitu pada nvram dan gaperlu konfigurasi ulang router yang mati.
- ROM (read-only memory)
rom ini isinya program untuk POST untuk check hardware,bootstrap buat manggil IOS di flash, sama cisco IOS (mininya) kalau bootstrap gagal manggil IOS.
- Flash
flash itu tempat penyimpanan IOSnya. dan flash itu bisa dirubah-rubah jadi bisa upgrade IOSnya. engga kaya rom.
terus kalau udah tau bagiannya, kita bahas dulu bagaimana cara booting di perangkat cisco.
- saat pertama kali dinyalakan, si rom akan menjalankan post untuk mengecek hardware. ngecek cpu,ram,nvram.
- kalau post berhasil, rom akan menyalin program bootstrap ke ram untuk dijalankan cpu. instruksi program bootstrap adalah untuk mencari dan menyalin ios ke ram.
- setelah ios sudah dijalankan. bootstrap akan mencari file
konfigurasi di nvram (startup config) dan menyalinnya ke ram sebagai
running-configuration file.
dengan memahami hardware dan bootingnya, kita dapat kesimpulan bahwa ada dua file konfigurasi di cisco
- startup configuration
file ini letaknya di nvram, tidak hilang saat tidak ada daya. soalnya
non volatile. file ini yang akan dicari oleh bootstrap sebagai file
konfigurasi. dan akan disalin ke ram sebagai running configuration.
- running configuration
file ini adalah file salinan dari file di nvram yaitu startup
configuration. file ini yang akan dieksekusi oleh cpu dan
mengkonfigurasi router.
kalau saat
booting file startup-config di copy ke ram untuk
dijadikan running-config. tapi kalau mau agar konfigurasi yang kita
lalukan ke router engga hilang saat router mati. kita salin file
running-config ke startup-config. jadi kalau booting lagi konfigurasi
kita engga bakalan ilang.
terus gimana caranya kalau mau save konfigurasi di cisco? yok langsung dipraktekin aja. konfigurasinya di privileged mode.
router#copy running-config startup-config
kalau router baru direset, tidak akan ada file startup-config jadi router akan meminta konfigurasi awal saat booting.
baca juga :
mereset router cisco
bisa di pilih si mau pakai prosedurnya konfigurasi awal cisco atau pilih
no buat ngeskip. tapi kalau udah ada file startup-config kita bisa
njalanin lagi ko prosedurnya dengan mengetikan :
router#setup
terus kita konfigurasi hostname atau nama routernya. pemberian nama pada
router sangat berguna jika kita mengkonfigurasi banyak router dan dalam
topologi yang kompleks. langsung saja dipraktekin ya
router(config)#hostname [nama_router]

noh bisa dilihat, nama router yang sebelumnya
R1 berubah jadi
Router1. jangan lupa ya karena mengkonfigurasi hostname itu secara global berarti di
global configuration mode.
terus ini nih ada perintah di cisco cukup penting, yaitu cara
konfigurasi ip addressnya. kalau mau konfigurasi ip address. kita harus
tau dulu nama interfaces yang ada di perangkat. kalau
mau lihat daftar interfacesnya bisa pakai perintah
Router1#show ip interface brief
ya sebenarnya ada yang lain si. but kalau command di atas menurut saya
paling bagus. selain nunjukin interfacesnya juga nunjukin ip address
yang ada di masing-masing interface.
kalau udah tau nama interfacenya. kita konfigurasi ip addressnya. oh iya
konfigurasi ip address itu termasuk spesific configuration.
router1(config)#interface [nama-interface]
router1(config-if)#ip address [ip-addressnya] [netmask]
router1(config-if)#no shutdown
catatan : semua interface pada router defaultnya tidak aktif, jadi kita harus aktifin dulu pakai perintah
no shutdown.
prakteknya langsung pakai topologi dan jangan lupa dikonfigurasi dulu
tuh yang udah ada di atas biar engga lupa. biasanya si kalau pakai
simulator udah ada nama interfacenya jadi engga usah lihat dulu
interface yang mana
kalau udah konfigurasi ip address kita cek pakai ping. ping di IOS bisa di user exec ataupun di privileged exec.
lanjut ya. terus kita mau konfigurasi keamanan routernya. ada dua lapis
kemanan untuk orang supaya bisa dapat hak akses privileged. keamanan
untuk
masuk ke routernya sama kemananan untuk masuk ke
privileged mode. sebelum kesitu ada berapa cara si untuk bisa konfig router?
secara garis besar ada dua, secara r
emote dengan pengalamatan ip address (vty/virtual teletype) dan
langsung. contohnya secara remote itu pakai telnet atau ssh. sedangkan langsung bisa pakai port console atau aux di router.
nah berarti saat mau mengkonfigurasi router ada tiga cara. bisa secara
remote, bisa pakai port console dan bisa pakai port aux. nanti kita
konfigurasi ketiga cara tersebut agar menanyakan password untuk memasuki
user exec.
konfigurasi jalur virtual
Router1(config)#line vty 0 4
Router1(config-line)#password [password]
Router1(config-line)#login
nah untuk jalur virtual, kita konfigurasi di spesific configuration mode. karena engga ngefek ke seluruh sistem. masuknya pakai
line vty, sedangkan angka
0 4 adalah sesi yang diijinkan. jadi hanya ada 5 sesi yang dapat mengakses router secara bersamaan.
konfigurasi jalur console
Router1(config)#line console 0
Router1(config-line)#password [password]
Router1(config-line)#login
sama kaya jalur virtual, kita konfignya di
spesific configuration mode. masuknya pakai
line console, sedangkan angka
0 menandakan bahwa hanya ada
1 port console di perangkat. ya biasanya untuk jalur console dan aux hanya tersedia 1 disetiap perangkat.
untuk aux saya sendiri belum pernah coba secara langsung. jadi maaf
belum bisa ngasih tau nih. tapi kebanyakan yang dipakai ya kalau engga
remote pakai console. karena paling mudah.
untuk prakteknya entaran dulu, sekarang kita konfigurasi dulu password untuk masuk ke
privileged exec. sekalian aja entar konfigurasinya ya. untuk konfigurasi ini kita lakukan di global configuration mode.
router1(config)#enable [secret/password] [passwordnya]
nah, untuk passwordnya sendiri ada dua tipe, yaitu
secret dan
password.
kalau secret dienkripsi dan password tidak dienkripsi (plain text).
langsung praktek aja pakai topologi yang diatas. kita konfigurasi di
semua routernya.
terus coba deh kamu telnet dari router1. kalau telnet berarti pakai jalur remote. sebelum masuk ke
user exec dimintain password. terus pas masuk ke privileged juga dimintain password.
udah deh, sekarang saya bakal share perintah-perintah dasar cisco IOS supaya kalian bisa tau. yang pertama
menampilkan jam dan tanggal
router>show clock
mengatur jam dan tanggal
router#clock set [hh:mm:ss] dd month yyyy
udah gausah bingung sama syntaxnya haha. langsung praktik aja biar engga bingung.
menampilkan versi IOS
router>show version
menampilkan running configuration
router#show running-config
nah untuk perintah ini akan banyak diperlukan buat ngecek konfigurasi
kita ataupun melakukan troubleshooting. ingat ini running config ya.
kalau cek udah ada konfigurasi kita di running config. jangan lupa
disimpen ke startup config.
konfigurasi banner messeage of the day
router(config)#banner motd #[isinya]#
command help
nah ini sangat berguna kalau kalian lupa perintah apa yang akan
dimasukan. yaitu dengan command help. command help ini simbolnya (
?). langsung ke contohnya aja nih.
- misalnya kita bingung kalau habis "cl" ada perintah apa aja. ya tinggal tambahin "?". ternyata ada clear dan clock.
- terus kita mau konfigurasi clocknya pakai set. nah habis set itu kita harus masukin argumen apa? (hh:mm:ss Current Time) sebelah kiri bentuk argumennya, sebelah kanan penjelasannya.
command syntax check
nah cisco IOS pinter loh ternyata. dia bisa ngecek perintah yang kita masukan. apakah ada kesalahan dalam penulisan atau engga.
ada tiga output jika kita salah memasukan perintah. yaitu incomplete command, ambigous command, dan invalid input detected.
- incomplete command, itu tandanya perintah yang dimasukan belum selesai. masih ada argumen yang harus dimasukan.
- ambiguous command, itu tandanya perintah yang dimasukan bisa bercabang. contohnya tadi "cl" bisa bercabang ke clock ataupun ke clear.
- invalid input detected, itu tandanya argumen kita salah syntax, dan cisco IOS akan nunjukin yang salah pakai "^". jadi kalau diatasnya ada "^" berarti perintah atau argumennya salah. sekian dan trima kasih